Sambaran Petir nan Sayu


Sambaran petir nan sayu,
Dikala langit mendung.
Ketika hujan turun,
Akankah engkau tetap disini bersamaku?

Sambaran petir nan sayu,
Tetesan hujan yang bergemuruh.
Ketika suasana membisu,
Akankah terungkapkan rasa ini kepadamu?

Sambaran petir nan sayu,
Lembaian suci dari sang bayu.
Ketika langit tak lagi berderu,
Akankah atma ini terlepas dari keluh?

Kolaka, 4 Desember 2019.

***

Sambaran petir nan sayu,
Dikala langit tak lagi mendung.
Walupun hujan tak turun,
Aku akan tetap disini bersamamu.

Sambaran petir nan sayu,
Dikala hujan tak lagi bergemuruh.
Walaupun suasana membisu,
Akan kudengarkan setiap perasaanmu.

Sambaran petir nan sayu,
Dikala sang bayu tak lagi menyentuh.
Walaupun langit tak lagi berderu,
Akan ku lepaskan atma itu dari keluh.

Kolaka, 5 Desember 2019.

***

Catatan : Ini adalah potongan 'tanka' dalam Kotonoha no Niwa / The Garden of Words yang diberikan beberapa tambahan sajak oleh Ahmad Nur Fais tanpa bermaksud untuk mengeklaim hak milik tanka aslinya.
Ahmad Nur Fais
Baik pendapat, pandangan, atau bahkan ilmu pengetahuan. Semuanya dapat lenyap dan bertekuk lutut di hadapan sang waktu. Namun, tidak untuk tulisan.

Tulisan Terkait

Posting Komentar

Dapatkan Notifikasi